Saturday, July 28, 2012

Pemberantasan Korupsi yang ‘Hapalan’ dan Pembiaran Korupsi Penegakan Hukum

Dalam hari-hari ini kita disuguhi pemberitaan pemberantasan korupsi yang mengungkap peran anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam pembangunan beberapa proyek. Pengungkapan peran anggota Banggar dilakukan pada tahap pemeriksaan pihak yang diduga terlibat dalam korupsi pembangunan proyek pemerintah. Meskipun belum semua anggota DPR yang dituding oleh pihak yang terlibat tersebut menjadi tersangka atau saksi, namun informasi keterlibatan anggota DPR menunjukkan perilaku berjemaah untuk korupsi.

Informasi yang diungkapkan dari hasil pengembangan pemeriksaan menjadi petunjuk bagi KPK untuk menelusuri peran anggota DPR dalam korupsi yang sedang ditandatangani. Pemberantasan korupsi KPK yang sering mengungkap kasus-kasus korupsi dalam pembangunan proyek yang dibiayai APBN atau penangkapan tangan atas gratifikasi atau suap sudah menjadi ‘keahlian’ KPK. KPK terus mengulang keberhasilan pengungkapan kasus korupsi tersebut, dan tentunya akan tetap ditemukan kasus seperti itu. Apalagi ketika semua kasus korupsi pembangunan proyek yang melibatkan anggota DPR diungkap, maka KPK akan beralih ke daerah-daerah di Indonesia untuk mengungkap praktek korupsi sejenis.

Pemberantasan korupsi yang hanya terfokus pada legislatif dan kepala daerah, termasuk pemimpin proyek dan rekanan pemerintah dapat dikategorikan pemberantasan korupsi yang ‘hapalan’. KPK dengan kewenangan yang luar biasa akan nampak mudah menjerat pelaku korupsi seperti itu. Termasuk model pemberantasan korupsi dengan menangkap tangan pada saat tindak pidana dilakukan. Disebut ‘hapalan’ karena pertama, pemberantasan korupsi terhadap kasus korupsi terkait dengan pengadaan barang/jasa, termasuk modus memasukkan proyek ke dalam APBN oleh legislatif terus dilakukan. Kedua, KPK belum berani keluar dari zona nyaman pemberantasan korupsi terkait dengan proyek pengadaan barang/jasa.


Tulisan selengkapnya dapat di baca di Kompasiana

8 comments:

  1. korupsi tak akan mati http://sjamt.com/

    ReplyDelete
  2. Musuh sesungguhnya bangsa ini adalah para pengisi jabatan dinegara ini juga..

    Pijat Panggilan Jakarta
    Pijat Panggilan Jakarta
    percetakan murah

    ReplyDelete