Subuh tadi ketika melihat siaran CNN sedang memberitakan gencatan senjata antara Israel dan Palestina selama 72 jam. Kemudian membaca Kompas pagi harinya, pada pemberitaan mengenai gencatan senjata tersebut disertai dengan foto yang menampilkan sosok remaja yang sepertinya berlari dengan menenteng sangkar burung dengan latar belakang reruntuhan gedung. Foto tersebut mengusik hati dengan membandingkan kondisi Indonesia berkaitan dengan para pecinta burung yang saat ini sepertinya sedang mengalami booming.
Masyarakat pecinta burung dapat menikmati (baik membeli atau memelihara) burung kicauan tanpa gangguan perang atau desingan peluru di sekitarnya. Tentunya dari foto tersebut dapat dimaknai bahwa sangkar burung adalah harta yang berharga (atau mungkin yang tersisa) selama serangan militer Israel ke wilayah Palestina.
Melihat kondisi demikian maka masyarakat Indonesia melalui pemerintahannya perlu lebih proaktif dalam mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina. Indonesia yang pernah tampil sebagai tokoh Negara non Blok (GNB) perlu kembali lebih agresif dalam konteks kemanusiaan agar dampak perang tidak mengakibatkan kerusakan social, ekonomi, budaya dan politik secara lebih massif. Upaya kemanusiaan mempunyai momentum pada gencatan senjata ini (truce) agar bantuan kemanusiaan dapat secara massif dialirkan ke wilayah Palestina untuk sedikit mengurangi beban warga Palestina akibat serangan militer Israel.
Presiden SBY dapat memerintahkan PMI atau organisasi kemanusiaan yang berada di Indonesia untuk bisa agresif mengirim bantuan kemanusiaan. Didahului dengan upaya diplomasi baik bilateral maupun multilateral agar bantuan kemanusiaan dari Indonesia bisa masuk ke wilayah atau kantong-kantong pengungsian warga Palestina. Indonesia sebagai Negara dengan penduduk muslim yang mayoritas memiliki pengaruh atau memainkan peran penting dalam perdamaian dunia. SBY tidak cukup hanya mengumumkan bantuan untuk Palestina, tetapi memainkan peran politik non blok secara aktif dengan menggalang dukungan internasional dalam kerangka bantuan kemanusiaan.
Selain tentunya, pemerintah Indonesia mempersiapkan personel kemanusiaan yang siap terjun ke wilayah konflik. Program pelatihan atau training kemanusiaan yang melibatkan PMI dan organisasi kemanusiaan dibawah koordinasi pemerintah Indonesia perlu di lakukan. Pengiriman bantuan kemanusiaan atas nama pemerintah Indonesia atau dukungan internasional yang berhasil digalang oleh pemerintah Indonesia.
Selama ini sepertinya dunia internasional kurang pro aktif terhadap konflik bersenjata di Negara-Negara timur tengah. Mungkin disebabkan oleh kerepotan mengatasi krisis ekonomi atau politik di Negara masing-masing. Namun solidaritas perlu dilakukan, dan Indonesia perlu tampil sebagai pelopor untuk menggalang dukungan kemanusiaan.
Ketika Indonesia menggalang dukungan solidaritas kemanusiaan, penegakan hokum bagi warga yang mendeklarasikan ISIS juga perlu dilakukan.
Kewibawaan pemerintah harus dijaga, karena ketika OPM melakukan kontak senjata maka aparat TNI/POLRI juga melakukan operasi maka terhadap ISIS yang jelas bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila merupakan tindakan subversive. Sehingga pemerintah Indonesia konsisten terhadap UUD 1945 khususnya pembukaan yang menjaga perdamaian dunia sekaligus menjaga ketertiban dalam negeri.
Hanya seorang yang menjelajahi belantara intelektualitas, dan terjebak pada ekstase untuk selalu mendalami pengetahuan dan mencari jawab atas pergumulan pemikiran.
Showing posts with label Kemanusiaan. Show all posts
Showing posts with label Kemanusiaan. Show all posts
Monday, August 4, 2014
Monday, January 13, 2014
Aksi Cabut Paku di Salatiga (dari Salatiga untuk Indonesia)

Pelestarian lingkungan hidup tidak hanya terbatas pada penanaman pohon (reboisasi) untuk menambah pasokan oksigen dan memperkuat kemampuan tanah menyerap air. Menjaga keberadaan pohon dari 'hama' pengganggu seperti terlihat pada gambar juga penting dilakukan. Rendahnya kesadaran atas pentingnya keberadaan pohon tidak hanya pada sebatas pentingnya menanam pohon untuk memperbanyak jumlah pohon, melainkan juga menjaga agar pohon tidak digunakan sebagai sarana mempromosikan produk.
Pohon menjadi media promosi yang mengganggu tumbuh-kembang pohon dan estika kota. Media promosi dengan menempelkannya dipohon sering menggunakan benda tajam seperti paku. Paku tersebut menjadi 'hama' yang dihasilkan oleh manusia. Pemanfaatan pohon sebagai media promosi secara berulang telah menjadikan paku adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan pohon. Selama bertahun-tahun pohon silih berganti tertempel media promosi, dan semakin banyak jumlah paku yang menancap dari tahun ke tahun.

Berdasarkan fakta diatas melahirkan keprihatinan masyarakat sipil kota Salatiga untuk mengambil bagian dalam menyelamatkan lingkungan hidup. Sebagai bagian dari kampanye 'Stop Memaku Pohon', masyarakat sipil kota Salatiga yang meliputi Palang Merah Indonesia (PMI) Salatiga, Salatiga Facebook Community (SFC), Salatiga Peduli, TRC, Radio Suara Salatiga dan Jaringan Salatiga Liberal (JSL)melakukan Aksi Cabut Paku.
Gagasan besarnya adalah ketika pohon sebagai penopang lingkungan dapat diselamatkan dari paku-paku yang menancap maka satu langkah kecil untuk menyelamatkan pohon dari siksa paku dapat dihentikan. Dengan langkah kecil ini, masyarakat sipil kota Salatiga sedang melakukan kampanye lingkungan hidup untuk melakukan tindakan serupa di kota-kota Indonesia. Ketika kampanye Aksi Cabut Paku di mulai dari Salatiga dan kemudian dilakukan oleh masyarakat sipil di kota-kota Indonesia maka berapa banyak jumlah pohon yang bisa dilestari-selamatkan.
Aksi cabut paku merupakan langkah kecil untuk tujuan besar. Penyelamatan pohon berarti menyelamatkan lingkungan hidup. Menyelamatkan lingkungan hidup adalah menjamin bahwa bumi ini terus layak dihuni oleh umat manusia dengan kualitas yang tetap menunjang keberlangsungannya. 

Rendahnya kesadaran pelaku usaha dalam berpromosi telah mengorbankan eksistensi pohon. Termasuk pemerintah melalaikan tanggung jawab untuk menjaga pohon dari 'hama' usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha. Maraknya pemakuan pohon sebagai media promosi usaha atau politik telah menjadikan pohon sebagai korban kebarbaran motif ekonomi dan politik manusia. Untuk itu perlu ada yang memulai penyadaran dengan aksi pencabutan paku di pohon. Kelompok masyarakat sipil menunjukkan kepedulian dengan langkah kecil melakukan pada hari Minggu, 12 Januari 2014 kemaren.
Aksi pencabutan paku yang dilakukan oleh kelompok masyarakat menghasilkan hampir 2 kg paku dan itu hanya meliputi sebagian kecil dari pohon-pohon yang berada di Salatiga. Seperempat ruas jalan Osamaliki, jalan Wahid Hasyim, jalan Kartini, jalan Laksamana Adi Sucipto membuktikan bahwa paku begitu banyak. Dengan tingkat kesulitan diatas rata-rata yaitu butuh usaha ekstra dan tidak cukup hanya menggunakan tang menunjukkan paku yang ditanam telah 'menyakiti' pohon dalam kurun waktu yang lama. Satu paku yang tertancap di pohon harus 'dikeroyok' 3-4 orang agar bisa dicabut dari pohon. Usaha ekstra tersebut terjadi hampir di setiap pohon yang ditemukan paku yang tertancap. Aksi di Salatiga oleh beberapa kelompok masyarakat menjadi langkah awal untuk melakukan aksi selanjutnya. Karena masifnya pemakuan di pohon-pohon di wilayah Salatiga, butuh konsistensi dalam mencabuti paku. Dan dari hasil diskusi dengan para aktivis yang terlibat mereka hendak melanjutkan aksi cabut paku dalam waktu dekat dengan melibatkan banyak elemen masyarakat. Dari Salatiga untuk Indonesia hendak menularkan virus cinta lingkungan dengan menghilangkan paku dari batang pohon.
Monday, August 6, 2012
Salatiga Peduli, sebuah Komunitas yang Peduli Salatiga yang merambah Jangkauan Kepedulian melampaui batas wilayah Salatiga
Salatiga dikenal dengan dinginnya atau tingkat kecerdasan masyarakatnya, atau produk makanan khasnya seperti kripik paru, ronde atau enting-enting gepuk. Salatiga dikenal dengan kota yang mencetak atlet atletik yang mumpuni ditingkat nasional maupun internasional. Masih dalam bidang olah raga, dulu Salatiga dikenal dengan kawah candradimuka pemain-pemain sepakbola Indonesia. Namun Salatiga tidak hanya dikenal dengan hal-hal yang disebutkan diatas. Prestasi Salatiga tidak hanya kuliner, olahraga atau intelektualitas, melainkan dari Salatiga muncul semangat kegotong-royongan.
Semangat kegotong-royongan ini tidak muncul atas inisiatif elit pemerintah atau pengusaha, yang bersifat insidental atau mengutamakan citra. Sekelompok warga Salatiga yang peduli dengan nasib penderitaan sesama tergoda dan kemudian mengambil jalan untuk merealisasikan kepedulian dalam karya nyata. Komunitas yang menamakan dirinya Salatiga Peduli, merupakan kumpulan warga Salatiga yang mempunyai semangat kegotong-royongan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan melakukan tugas sosial-kemanusiaan.
Tugas sosial-kemanusiaan yang dilakukan oleh komunitas Salatiga Peduli tidak hanya bersifat insidental, yang muncul ketika ada bencana 'besar'. Namun Salatiga Peduli mengaktualisasikan kepedulian sosial yang mulai memudar dengan 'langkah kecil'. 'Langkah kecil' tersebut sepertinya sepele karena selama ini kurang mendapatkan perhatian pemerintah maupun masyarakat sekitar. Memugar atau membangun rumah warga yang nyaris roboh atau reyot adalah aktivitas Salatiga Peduli ketika bencana tidak hadir untuk meneror dengan kehilangan harta-benda atau nyawa.
Kehebatan Salatiga Peduli adalah kemampuan memobilisasi modal sosial nir campur tangan pemerintah untuk mengaktualisasikan kepedulian. Mobilisasi modal sosial ini terjadi karena Salatiga Peduli tidak memiliki 'modal' dalam pengertian finansial. Namun mereka memiliki kepedulian dan semangat untuk meminta tolong jejaring pertemanan untuk membantu sesama manusia. Jejaring pertemanan inilah yang dikelola untuk memperoleh bantuan yang dibutuhkan sesuai dengan 'jenis' kepedulian yang sedang dilaksanakan.
Salatiga Peduli adalah komunitas peduli Salatiga yang nguri-uri kegotong-royongan yang mulai memudar, tergerus oleh egoisme atau individualisme. Banyak karya Salatiga Peduli yang tidak terekspose ke publik, namun mereka sedang membangun monumen kemanusiaan dengan bantuan-bantuan sosial yang disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Dukungan publik yang peduli atas kerja sosial Salatiga Peduli yang membesarkan hati mereka untuk terus berkarya.
Salatiga Peduli sedang menyemai benih kepedulian antar sesama. Mereka sedang mengkampanyekan nilai-nilai sosial yang mulai memudar berhadapan dengan yang disebut modernitas. Kampanye tanpa embel-embel politik atau pencitraan untuk mendapatkan simpati publik. Citra yang dibentuk agar termuat pesan memiliki sifat baik tidak berlaku di Salatiga Peduli. Karena mereka bekerja tanpa gembar-gembor, namun karya mereka sudah hadir, tidak hanya di Salatiga tapi di beberapa daerah di Jawa Tengah.
Semangat kegotong-royongan ini tidak muncul atas inisiatif elit pemerintah atau pengusaha, yang bersifat insidental atau mengutamakan citra. Sekelompok warga Salatiga yang peduli dengan nasib penderitaan sesama tergoda dan kemudian mengambil jalan untuk merealisasikan kepedulian dalam karya nyata. Komunitas yang menamakan dirinya Salatiga Peduli, merupakan kumpulan warga Salatiga yang mempunyai semangat kegotong-royongan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan melakukan tugas sosial-kemanusiaan.
Tugas sosial-kemanusiaan yang dilakukan oleh komunitas Salatiga Peduli tidak hanya bersifat insidental, yang muncul ketika ada bencana 'besar'. Namun Salatiga Peduli mengaktualisasikan kepedulian sosial yang mulai memudar dengan 'langkah kecil'. 'Langkah kecil' tersebut sepertinya sepele karena selama ini kurang mendapatkan perhatian pemerintah maupun masyarakat sekitar. Memugar atau membangun rumah warga yang nyaris roboh atau reyot adalah aktivitas Salatiga Peduli ketika bencana tidak hadir untuk meneror dengan kehilangan harta-benda atau nyawa.
Kehebatan Salatiga Peduli adalah kemampuan memobilisasi modal sosial nir campur tangan pemerintah untuk mengaktualisasikan kepedulian. Mobilisasi modal sosial ini terjadi karena Salatiga Peduli tidak memiliki 'modal' dalam pengertian finansial. Namun mereka memiliki kepedulian dan semangat untuk meminta tolong jejaring pertemanan untuk membantu sesama manusia. Jejaring pertemanan inilah yang dikelola untuk memperoleh bantuan yang dibutuhkan sesuai dengan 'jenis' kepedulian yang sedang dilaksanakan.
Salatiga Peduli adalah komunitas peduli Salatiga yang nguri-uri kegotong-royongan yang mulai memudar, tergerus oleh egoisme atau individualisme. Banyak karya Salatiga Peduli yang tidak terekspose ke publik, namun mereka sedang membangun monumen kemanusiaan dengan bantuan-bantuan sosial yang disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Dukungan publik yang peduli atas kerja sosial Salatiga Peduli yang membesarkan hati mereka untuk terus berkarya.
Salatiga Peduli sedang menyemai benih kepedulian antar sesama. Mereka sedang mengkampanyekan nilai-nilai sosial yang mulai memudar berhadapan dengan yang disebut modernitas. Kampanye tanpa embel-embel politik atau pencitraan untuk mendapatkan simpati publik. Citra yang dibentuk agar termuat pesan memiliki sifat baik tidak berlaku di Salatiga Peduli. Karena mereka bekerja tanpa gembar-gembor, namun karya mereka sudah hadir, tidak hanya di Salatiga tapi di beberapa daerah di Jawa Tengah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
