Jalan kaki ditengah hiruk pikuk kebutuhan berkendaraan membutuhkan tekad tersendiri. Membongkar kebiasaan berkendaraan menjadi tantangan tersendiri. Pengalaman berangkat sekolah dengan berjalan kaki di sebuah kota seperti Salatiga membutuhkan kebulatan tekad, dan konsistensi. Rayuan untuk naik kendaraan bermotor dengan dalih cepat dan tidak lelah adalah alasan yang mudah mengalahkan tekad. Dari perjalanan pagi ini nampak bahwa berangkat ke sekolah dengan jalan kaki bukan pilihan sebagian murid dan orang tua. Mungkin inilah salah satu penyebab, jalanan kota Salatiga saat ini begitu macet pada saat jam berangkat sekolah.
Tulisan selengkapnya dapat dibaca di Kompasiana