Siang ini, pengguna Blackberry dibuat galau. Pasalnya, sarana Blackberry Messenger alias BBM sedang bermasalah. salah BBM yang terjadi adalah pending atau tertunda dengan hanya menampilkan simbol cek poin (v). BBM yang ada indikasi D untuk deliver dan R untuk BBM yang sudah terbaca tidak terjadi pada BBM siang ini. Memang tidak menimbulkan kepanikan yang masif, tetap sebenarnya para pengguna BB sedang menggalau massal.
Tanda silang menjadi penghias di layar BB. Kegalauan yang terjadi menjadi bentuk representasi 'ketergantungan' terhadap BB. Sekaligus menjadi indikator arti penting dalam berkomunikasi dalam dunia IT selain SMS. BBM mengganti-komplemen-kan SMS, artinya dominasi pengguna BB memanfaatkan BBM menjadi daya tarik dari perangkat yang diproduksi RIM ini. Komunikasi via BBM dengan kemudahan yang melekat didalamnya menjadi peningkat daya tarik.
Namun ketika pertukaran informasi atau komunikasi didominasi dengan BBM, maka tersendatnya deliverasi BBM akan menggalaukan penggunanya. Kemudian yang terjadi adalah hiruk pikuk caci maki dan sumpah serapah dari pemegang BB. Untuk itu pengguna BB yang BBMnya tersendat silahkan melepaskan sejenak ketergantungannya terhadap BBM dalam bertukar informasi. Karena kita belum menjadi Republik BBM, meski sudah menjadi Republik Jejaring Sosial.
Hanya seorang yang menjelajahi belantara intelektualitas, dan terjebak pada ekstase untuk selalu mendalami pengetahuan dan mencari jawab atas pergumulan pemikiran.
Showing posts with label Artikel Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Artikel Lainnya. Show all posts
Wednesday, October 3, 2012
Friday, July 6, 2012
Sing Prasojo Wae Mas !
Frasa ’sing prasojo wae mas’ menjadi oase ditengah kehidupan yang hedonis dengan berbagai penampakan sosial. Penampakan sosial seperti sombong, angkuh, egois dan tak berempati sering ditemui dalam keseharian interaksi kita. Penampakan sosial yang menempatkan dirinya sebagai ‘pusat’ kehidupan memunculkan tuntutan untuk mendapatkan perlakuan khusus (previlese) ketika berinteraksi. Kesombongan dan turunannya didasarkan pada atribut materi yang menempel, tertenteng atau yang bisa ditunjukkan kepada khalayak. Atribut seperti gadget, fashion/jewelery, kendaraan bermotor, kartu kredit, atau tempat hang out/shopping menjadi bagian yang disombongkan. Dan publik sering terjebak pada inferiotas untuk memuja pihak yang beratribut sebagai refleksi diri yang juga menghendaki perlakuan serupa ketika menggunakan atribut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Prasojo dalam bahasa Indonesia berarti bersahaja, tidak berlebih-lebihan. Dalam konteks ibu tua yang berwirausaha mungkin karena sering melihat perilaku angkuh dan merendahkan martabat dirinya yang dilakukan oleh individu-individu yang berlalu lalang di sekitar tempat dagangan yang bertuliskan ’sing prasojo wae mas’. Kesombongan sebagai bentuk pengadalan terhadap atribut materi yang dimiliki dan ditampilkan atau diperlihatkan secara berlebihan. Tindakan yang berlebihan dalam konteks kekinian populer disebut dengan lebay. Namun sering kita tidak menyadari bahwa kesombongan atau keangkuhan kita adalah kelebayan dalam bersikap dengan orang lain.
Tidak menganggap orang lain ada (eksis) adalah bentuk kesombongan, atau merendahkan orang lain karena menganggap dirinya memiliki kelebihan dibandingkan orang lain adalah bentuk keangkuhan. Sikap demikian menjadi penyakit mental manusia jaman sekarang. Kita tidak bisa menahan diri untuk tidak sombong atau angkuh. Kita ingin menampilkan kepemilikan kita sebagai sebuah bagian dari jati diri yang melekat dan sudah tentu menempatkan dirinya berada di kasta sosial tertentu. Tidak berkenan menghormati orang lain menjadi penampakan lain dari kesombongan dan keangkuhan.
‘Sing prasojo wae mas’ menjadi petuah yang mempunyai relevansi untuk diperhatikan, agar kita hidup sederhana. Ketika hidup sederhana maka keinginan untuk mencari kelebihan yang mendorong untuk mengada-adakan sesuatu yang seharusnya belum tentu ada dapat dicegah. Karena keinginan untuk mencari kelebihan tersebut akan merayu kita untuk berperilaku tidak jujur dan menghalalkan segala cara. Keinginan tersebut akan membesar disuburkan dengan tuntutan lingkungan yang menuhankan atribut kebendaan sebagai bagian dari penghormatan dan penempatan individu pada kasta sosial tertentu. Kesederhanaan bukan kehinaan, namun kekayaan batiniah untuk menggempur keangkuhan dan kesombongan.
Artikel ini juga bisa dibaca di kompasiana..
About Me
Hanya seorang yang menjelajahi belantara intelektualitas, dan terjebak pada ekstase untuk selalu mendalami pengetahuan dan mencari jawab atas pergumulan kognisi yang menggelegar dalam benak pemikiran.
Email : brm_yakub@yahoo.co.id
Facebook : http://www.facebook.com/yakub.krisanto
Email : brm_yakub@yahoo.co.id
Facebook : http://www.facebook.com/yakub.krisanto
Subscribe to:
Posts (Atom)
