Pengembangan dalam pencarian budaya yang ada di Indonesia menjadi bentuk membangun budaya nasional yang melibatkan kontribusi budaya suku-suku di Indonesia. Tanpa itu maka yang akan terjadi adalah dominasi budaya yang menjadi ikon nasional atau Indonesia. Dominasi terjadi ketika budaya yang menjadi ikon hanya merujuk pada salah satu budaya saja. Batik yang terminologinya merujuk pada Jawa (Tengah) dapat dipandang sebagai ekspansi budaya dalam pemaknaannya yang berwatak kolonialisme. Mungkin terlalu hiperbola ketika mengatakan bahwa Batik menjadi bentuk kolonialisme budaya. Namun apabila tidak diiikuti kontribusi budaya lain maka Batik dapat menjadi simbol neo-kolonialisme setelah pandangan atas dominasi Jawa di republik ini dalam pemerintahan Indonesia. Bahkan dulu kampanye Gerakan Atjeh Merdeka menyebut TNI sebagai tentara Jawa.
Tulisan selengkapnya dapat dibaca di Kompasiana