Monday, July 16, 2012

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Tantangan Pasca Penerimaan Peserta Didik Baru

Tahun 2012 tantangan keluarga di Indonesia seolah berkesinambungan, tanpa ada waktu jeda untuk bernafas dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan keluarga. Setelah disibukkan dengan persiapan pasca kenaikan kelas dan atau kelulusan anak-anaknya, keluarga Indonesia berhadapan dengan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Dengan problematika masing-masing, persiapan membutuhkan alokasi biaya yang harus disediakan. Kedua biaya dari kebutuhan tersebut tidak dapat dihindarkan, seolah menegaskan prinsip take it or leave it. Sehingga keluarga Indonesia dengan tingkat penghasilan yang pas-pasan harus pandai mengelola keuangan mereka agar dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan yang muncul.

Menjelang bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok perlahan tapi pasti merangkak naik. Bagi keluarga PNS/POLRI/TNI kenaikan harga tersebut dapat sedikit ditutupi dengan pencairan gaji ke 13. Itupun alokasinya mungkin sudah tersedot untuk biaya kenaikan kelas atau penerimaan peserta didik baru. Bagaimana dengan keluarga non PNS/TNI/POLRI dalam mensiasati kenaikan kebutuhan pokok pasca pengeluaran biaya pendidikan? Meski sudah terbiasa dengan kenaikan kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan, namun tahun ini begitu istimewa ketika setelah pengeluaran biaya pendidikan, keluarga Indonesia berhadapan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Siasat yang dilakukan adalah mengerem pengeluaran yang tidak penting atau mengurangi kualitas atau kuantitas dari konsumsi kebutuhan pokok. Pengurangan kualitas dan kuantitas ini akan berdampak pada buruknya asupan gizi bagi anggota keluarga Indonesia. Makan agar kenyang, tanpa memikirkan kebutuhan gizi dengan beban energi yang diproduksi dalam melakukan pekerjaan. Kecukupan kebutuhan gisi ini memiliki multiplier effect yang harus diperhatikan oleh Pemerintah.

Tulisan selengkapnya dapat dilihat di Kompasiana

7 comments:

  1. Harag Naik berarti kita harus naikin omset, tapi gimana ya wong gaji tetep aja. Tambah pusing kan? sembari menunggu pemerintah memeprbaiki diri kita juga harus terus berupaya memaksimalkan pendapatan. Nunggu pemerintah terus sepertinya kita juga mesti jadi PNS, Mau jadi PNS? eh taunya gak lulus test. lengkap deh.

    ReplyDelete
  2. Yang susah adalah masyarakat buruh, dimana hingga saat ini sepertinya masih terabaikan kesejahteraan mereka. Gaji standard UMK/UMR masih sangat jauh dari kata cukup, untuk mengimbangi dampak kenaikan harga.

    Trims

    ReplyDelete
  3. Naik lagi , Naik lagi harga ,, oalah kasian rakyat

    uksw.edu

    ReplyDelete