Tuesday, July 24, 2012

Tempe, Pemicu Krisis Pangan Indonesia (Jangan Anggap Remeh Tempe)

Indonesia diributkan dengan kenaikan harga kedelai yang merupakan imbas dari kenaikan harga kedelai internasional. Produsen tempe yang berbahan baku utama kedelai melakukan 'protes' dengan tidak berproduksi. Dalih produsen tempe adalah mereka sudah tidak mampu lagi berproduksi dengan harga bahan baku yang melambung. Konsekuensinya adalah harga tempe harus dinaikkan. 'Siklus' ekonomi seperti ini sebenarnya merupakan kewajaran, pertanyaannya mengapa kenaikan harga kedelai begitu menghebohkan. Bahkan kemudian ada yang menyebut bahwa Indonesia krisis tempe!

Dibelahan bumi lain di benua Eropa seperti Yunani dan Spanyol yang mengalami krisis finansial, alih-alih Indonesia juga terkena krisis finansial. Indonesia malah dicitrakan terpapar krisis tempe. Apakah krisis tempe ini merupakan manifestasi krisis finansial? Headline Harian Kompas hari ini mengangkat tema 'Indonesia Rentan Krisis Pangan'. Menelisik bahwa pangan adalah kebutuhan primer maka stabilitas harga pangan menjadi penting untuk dikontrol oleh Pemerintah. Fenomena krisis tempe jangan dimaknai sebagai kewajaran dalam siklus tahunan menjelang Ramadhan. Sebagaimana diungkapkan oleh seorang menteri, 'apabila tidak menginginkan harga beras dan gula naik, maka jangan konsumsi beras dan gula'. Sebuah pernyataan yang tidak hanya nir-empati, melainkan tercerabut dari akar sosial-budaya bangsanya.

Mengkaitkan krisis tempe dan pernyataan menteri tersebut dapat memberikan gambaran bahwa Indonesia mempunyai potensi krisis ekonomi. Berbeda dengan krisis finansial di Eropa atau Amerika, krisis tempe ini menjadi gambaran bahwa tempe yang dinilai bahan makan kasta rendah yang dikonsumsi oleh masyarakat bawah Indonesia mampu berkontribusi pada kondisi krisis. Protes produsen tempe yang melakukan mogok produksi tidak hanya dibaca sebagai ketidakmampuan produsen untuk memproduksi. Tetapi kekuatiran bahwa kenaikan harga bahan baku tempe (kedelai) akan menaikkan harga tempe, dan kenaikan harga tempe tidak akan terbeli oleh konsumen. Tidak terbelinya tempe oleh konsumen akan menambah beban bagi produsen tempe untuk melangsungkan usahanya.

Tulisan lengkapnya dapat di baca di Kompasiana

12 comments:

  1. Sayang sekali jika bangsa kita yang dikatakan subur ini mengalami krisis kedelai yang berujung pada penurunan produksi dan krisis tempe. Padahal tempe adalah makanan yang sangat bergizi, yang sangat menunjang khususnya kesehatan kita bangsa Indonesia. Baca tentang gizi dan kesehatan di situs saya di Yuliana

    ReplyDelete
  2. Padahal kedelai di Indonesia melimpah, dan yang paling unik dari kasus tersebut adalah tempe sebagai Pemicu krisis... Istimewa memang.. tempe yang saya makan sehari-hari dulu pernah menjadi tolok ukur perekonomian indonesia

    Makasih buat infonya, silahkan kunjungan website saya yang unik dibawah ini

    Harga Daihatsu
    Daihatsu Granmax MB
    Daihatsu Ayla
    Kaos Distro dan Baju Distro Murah
    Obat Herbal Asam Urat

    ReplyDelete
  3. memang tempe sering dipandang sebelah mata, tapi kenyataan betul seperti dikatakan yg diatas, tempe mnjadi tolak ukur prekonomian kita..
    mkasih infonya,.

    mampir ya
    Obat diabetes melitus ampuh
    Manfaat luar biasa kulit manggis dan daun sirsak bagi kesehatan

    ReplyDelete
  4. Makanan berbahan baku kedelai sangat digemari masyarakat kita, maka dari itu krisis ini jangan sampai terjadi.
    iklan baris gratis
    iklan gratis
    pasang iklan gratis

    ReplyDelete