Monday, August 13, 2012

Profil PT Berkah Patra Itqoni, Investor pasar Rejosari

Suara Merdeka, 13 Agustus 2012 menyoroti mengenai pembangunan pasar Rejosari atau pasar sapi, kota Salatiga (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/08/13/195724/Investor-Rejosari-Tepis-Anggapan-Tak-Bonafide). Sorotan lebih fokus pada bantahan dari PT Patra  Berkah   Itqoni (PBI) terkait dengan tudingan bahwa investor pasar Rejosari ini tidak bonafide. Bantahan yang dikemukakan berkaitan dengan rekam jejak atas 'prestasi' PBI membangun beberapa pasar tradisional di beberapa daerah.

Dalam pemberitaan tersebut diungkapkan oleh PBI dinyatakan,
"Investor Pasar Rejosari Salatiga PT Patra Berkah Itqoni mengatakan pihaknya merupakan perusahan yang bonafide dalam membangun sebuah pasar. Sebab merupakan perusahaan yang telah membangun pasar tardisional dengan konsep modern di sejumlah kota seperti Pasar Johar Baru Jakarta, Pasar Kota Rangkasbitung, Pasar Baru Karawang, Pasar Cikampek, dan Pasar Batu Malang."

Pertanyaannya adalah apakah memang benar BPI merupakan perusahaan yang telah membangun pasar tradisional di sejumlah kota? 

Pertanyaan tersebut menggelitik untuk disampaikan karena selanjutnya dinyatakan bahwa "PT Patra Berkah Itqoni merupakan group perusahaan dari PT Itqoni yang berpusat di Jakarta. Saat ini beberapa proyek baru yang sedang dilirik adalah revitalisasi beberapa pasar seperti pasar tradisional di Bandung, Balikpapan, Samarinda, Pekanbaru, dan Bukittinggi." Dari pernyataan yang dikemukakan oleh Direktur Operasional PT Patra Berkah Itqoni, Ir Widhi Dharma S tersebut mempunyai potensi menyesatkan masyarakat Salatiga.

Pertama, apakah yang sudah membangun sejumlah pasar tradisional di sejumlah kota tersebut adalah BPI ataukah perusahaan lain yang berada dibawah Itqoni Group? Kedua, apakah prestasi dari PBI yang mengklaim dirinya adalah perusahaan bonafide dalam pembangunan pasar tradisional? Kedua pertanyaan tersebut yang ingin ditelusuri dengan mengandalkan informasi yang tersedia di internet. Salah satu kriteria dari perusahaan bonafide di era teknologi informasi adalah ketersediaan informasi di internet sebagai media komunikasi perusahaan kepada masyarakat. 

Terdapat dua situs yang berbeda antara Itqoni Group (http://www.itqoni.co.id/main.php) dan PBI (http://patraberkahitqoni.blogspot.com/). Website Itqoni Group dikelola oleh PT Bina Warga Itqoni dan website PBI dikelola sendiri oleh PBI. Dari dua situs tersebut dapat diketahui bahwa PBI merupakan perusahaan dibawah group Itqoni Group yaitu PT Bina Warga Itqoni. Apakah PBI adalah anak perusahaan dari PT Bina Warga Itqoni? Tidak tersedia data untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Menelusuri kedua situs tersebut akhirnya dapat ditemukan jawaban atas kedua pertanyaan diatas. Bahwa berdasarkan situs Itqoni Group dapat diketahui bahwa Itqoni Group cq PT Bina Warga Itqoni sudah menyelesaikan dua pembangunan pasar tradisional yaitu Pasar Rangkas Bitung dan Pasar Johor Baru. Dan masih terdapat 3 pembangunan pasar tradisional yang belum diselesaikan oleh PT Bina Warga Itqoni yaitu Pasar Baru Karawang, Pasar Plaza Cikampek dan Pasar Besar Batu. Beralih ke situs PBI, dalam situs itu disampaikan informasi bahwa proyek pembangunan yang dilaksanakan hanya dua. Itupun sudah memasukkan Pasar Rejosari, dan satunya lagi adalah Pasar Induk Gadang. 

Berdasarkan informasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pertama, PBI merupakan perusahaan yang berbeda dengan PT Bina Warga Itqoni. Kedua, Itqoni Group baru menyelesaikan 2 pembangunan pasar tradisional dan masih harus menyelesaikan 3 proyek pembangunan lagi. Ketiga, PBI merupakan perusahaan yang masih 'berpengalaman' membangun 1 pasar tradisional. Ketiga, terdapat paparan informasi yang terpisah terkait dengan hasil antara PBI dan PT Bina Warga Itqoni (Itqoni Group). Artinya bahwa PBI tidak bisa mengklaim sebagai perusahaan yang bonafide dengan proyek pembangunan di beberapa daerah sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan di media.

Yang paling sederhana meski tidak dapat menjadi ukuran bonafiditas sebuah perusahaan adalah alamat situs. Perusahaan yang bonafide dan performance yang baik akan membangun situs dengan alamat yang tidak 'nebeng' di blogspot. Namun ini tidak bisa menjadi tolak ukur, yang dapat menjadi tolak ukur adalah ketersediaan informasi yang komprehensif dari alamat situs. Dari perspektif inilah, informasi dari situsnya PBI agak kurang lengkap untuk menjadi rujukan mengenai rekam jejak perusahaan tersebut, ataukah memang belum ada 'jejak' yang bisa ditinggalkan untuk bisa menjadi referensi.

8 comments:

  1. asumtif dan pandangan sah sah saja dikemukakan namun alangkah lebih jika melihat secara keseluruhan, banyak kepentingan yang bermain dan semoga saja eksekutif lebih jeli melihat semua ini sehingga tidak merugikan masyarakat. tak kenal maka tak sayang.....

    ReplyDelete
    Replies
  2. mungkin akan lebih Arif jika Bapak membaca Akta pendirian dari PT. PBI, disitu dijelaskan kalau PT. PBI adalah gab dari PT. Bina Warga Itqoi yg juga dipimpin oleh org yg sama sebagai Direktur Utama yaitu Ir. Irwan Khalis, MM yg bisa dicek kredibilitas beliau di Kementrian Perdagangan dgn segudang prestasinya (jika diperlukan akan kita kirimkan penghargaan2 beliau) dan PT.Farsawan yg juga dimiliki oleh Bp. Faishol pemilik tunggal Pabrik sarung Behaestex yg mempunyai pabrik di 7 kota besar di Indonesia dgn jmlh karyawan lebih dari 12.000 ( silakan cek di Perbankan atau tanya langsung ke pemilik Pabrik Damatex siapa beliau). Perumahan Andara di Pusat jakarta dgn lahan lebih dari 10 ha. dgn harga rumah minimal 2 M juga sdh dipasarkan dan di malang Perumahan Bukit Tidar seluas 150 Ha sekarang sdg berjalan juga milik beliau.( jika punya Waktu kita siap ajak Bapak utk meninjau dan berdiskusi dgn jajaran Direksi kita). Beliau berdua telah mengeluarkan Personal Garansi secara Pribadi utk Proyek ini dan di Notariskan ( Bapak perlu kopian nya kita siap utk berikan). jadi mohon kesediaan waktunya utk berdiskusi "Tak kenal maka tak sayang " untuk Pasar Cikampek di Karwang mudah2an akhir Desember sdh finis. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Omdo...
      Pasar Gadang Malang gak kelar-kelar... bilangnya akhir tahun 2015. Sampai sekarang duit gw ga dibalikin2... Nyesel gw beli kios di sana. Webnya aja masih blogspot... haha

      Delete
  3. Tks atas tanggapannya yang memuat tanggapan atas tulisan saya. Dimana tulisan saya seperti sudah dikemukakan bersumber dari informasi yang ada internet. Tentunya info yang ada di situs adalah benar. Meski info tersebut mungkin belum komprehensif dan mengakibatkan pendapat yang asumtif kami mohon maaf. Namun substansinya sekali lagi didasarkan pada informasi di situs. Apabila berkenan kami dengan senang hati bertukar pikiran mengenai hal in, namun tidak terbatas padahal tsb. Concern saya adalah pembangunan pasar yg belum berdiri karena banyak hal yang harus diselesaikan oleh investor. Untuk itu mohon bisa dibuka ruang bertukar pikiran untuk permasalahan pembangunan pasar rejosari. Tks

    ReplyDelete
  4. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete