Tuesday, August 14, 2012

Masih Relevankah Berbicara Dikotomi Trimester vs Dwimester?

Penerapan Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW yang didasarkan Keputusan Rektor UKSW No. 168/KEP/REK/V/2012 (selanjutnya disebut dengan Peraturan Akademik 2012) menimbulkan dinamika kampus. Dalam bahasa media disebutkan dinamika kampus sebagai sebuah konflik UKSW meruncing (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/08/14/195819/Konflik-UKSW-Meruncing). Dinamika yang pada hakekatnya merupakan perbedaan pendapat mengenai tafsir teks sebuah peraturan dan implikasi dari peraturan yang diberlakukan dimaknai sebagai sebuah konflik dengan adjektif runcing.

Salah satu hal yang ramai didiskusikan adalah mengenai pilihan sistem semester yaitu dwimester dan trimester. Apakah dengan peraturan akademik yang baru, UKSW menerapkan sistem trimester? Pertanyaan ini muncul seiring dengan kekagetan mahasiswa UKSW ketika melakukan siasat, dimana mahasiswa hanya bisa mengambil SKS maksimal 18 SKS. Berbagai penjelasan yang disampaikan seolah menggulirkan pertanyaan tersebut mengenai akan diterapkannya trimester. 

Tulisan ini akan fokus atas topik tersebut dengan mencoba menautkannya dengan PP 17/2010  jo PP 66/2010 yang mengatur tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dan tidak dimaksudkan untuk membahas keseluruhan substansi peraturan akademik yang baru tersebut, meskipun dengan kemungkinan mengulas beberapa hal yang terkait. Penautan tersebut menjadi konsekuensi logis dan yuridis ketika hendak melihat polemik antara trimester dan dwimester.

Pengaturan mengenai trimester dan dwimester terkait dengan Tahun Akademik yang diatur dalam Pasal 1 angka 3 Peraturan Akademik 2012. Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri atas 14 sampai dengan 16 minggu, atau kegiatan terjadwal lainnya, termasuk kegiatan evaluasi dan penilaian. Diantara semester genap dan semester gasal, program studi ditentukan menyelenggarakan semester antara untuk remidiasi, pengayaan, atau percepatan.

Ketentuan mengenai Tahun Akademik ini menjadi penjabaran dari Pasal 87 PP17/2010 jo PP 66/2010. Pasal 87 PP tersebut menyatakan sebagai berikut, 
1. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester yang bobot 
belajarnya dinyatakan dalam satuan kredit semester.  
2. Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri atas 14 (empat belas) sampai dengan 16 (enam belas) minggu. 
3. Di antara semester genap dan semester gasal, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan semester antara untuk remediasi, pengayaan, atau percepatan.  
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai semester antara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

Dari ketentuan PP tersebut dapat diketahui bahwa definisi Tahun Akademik yang tertuang dalam Peraturan Akademik 2012 menjadi 'turunan' dari ketentuan Pasal 87 PP 17/2010. Adanya pemadatan substansi dari PP ke Peraturan Akademik 2012 melahirkan keniscayaan kesamaan pengaturan mengenai Tahun Akademik. Kesamaan pengaturan berkaitan dengan pertama, pembagian tahun akademik yaitu dua semester (semester gasal dan semester genap). Kedua, jangka waktu dalam satu semester yaitu 14 sampai dengan 16 minggu. Ketiga, semester antara yang diselenggarakan diantara semester genap dan semester gasal dengan tujuan remediasi, pengayaan atau percepatan.

Berdasarkan point of view diatas maka secara legalistik-normatif tidak terdapat terminologi trimester. Apakah dengan adanya istilah semester antara dapat dinyatakan pemberlakuan trimester? Apabila semester antara dipandang sebagai trimester maka PP 17/2010 jo PP 66/2010 memberlakukan trimester dalam penyelenggaran pendidikan di perguruan tinggi. Sehingga darimanakah pernyataan bahwa dengan diterapkan Peraturan Akademik 2012 UKSW memberlakukan trimester. Pernyataan itu kemungkinan berasal dari lampiran Peraturan Akademik 2012 yang mengatur mengenai batas maksimal pengambilan SKS per semester yaitu 18 SKS untuk tiga semester (semester gasal, semester genap dan semester antara).

Tiga semester itulah yang menjadi dasar pernyataan trimester maka pertama, apakah selama ini di UKSW belum pernah pemberlakuan semester antara? Kedua, UKSW berdasarkan PP tersebut melaksanakan semester antara dengan tujuan antara lain remediasi, pengayaan atau percepatan. Tujuan inilah yang menjadi legitmasi untuk menegaskan pemberlakuan semester antara di UKSW dengan pilihan tujuan remediasi, pengayaan maupun percepatan. Semester antara, entah itu akan disebut sebagai dasar untuk menyatakan trimester maka memiliki dasar hukum dalam PP 17/2010 jo PP 66/2010. Namun bahwa berdasarkan Peraturan Akademik 2012, UKSW membagi Tahun Akademik 2012 menjadi semester gasal, genap dan antara.

Permasalahan dari pemberlakuan Peraturan Akademik 2012 yang seharusnya menjadi concern mahasiswa adalah pertama, berkurangnya pengambilan beban maksimal tiap semester yang didasarkan pada IP. Kedua, penjelasan pembayaran SPP ketika menjadikan semester antara menjadi 'kewajiban' semester yang harus diikuti mahasiswa. Ketiga, apakah dengan ketentuan baru tersebut akan mempengaruhi jangka waktu kelulusan mahasiswa? Ketiga masalah tersebut dapat menjadi bahan diskusi selanjutnya untuk mengkritisi Peraturan Akademik 2012. Dan diskusi tersebut dapat menjadi bahan dalam proses review atas peraturan tersebut dan membuka peluang untuk melakukan perbaikan.

14 comments:

  1. kadang ada kewajiban seperti itu ko mas . wa aja sebagai mahasiswa selau usaha buat memenuhinya ..

    oh iya kujungi ya ,,
    Mau Bikin Website + Hosting Murah AbizZ? Ke Rajawebhost.com aja!

    ReplyDelete
  2. Betul, memang masih gan..
    Slm kenal ya.. :)

    http://belajarbisnis.info/sekolah-belajar-forex-fbs-indonesia.xhtml

    ReplyDelete
  3. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete