Friday, August 10, 2012

Lanjutkan SARA! (Saya Anti Rekayasa Apapun)

Pernyataan SARA yang dilontarkan Rhoma Irama dan Foke sang incumbent tidak perlu ditanggapi berlebihan. SARA adalah keniscayaan dalam kehidupan ciptaanNya, dan pernyataan SARA dari umatNya hanya sebatas penegasan bahwa kita memang berbeda. Tidak boleh merasa terluka ketika ada yang membuat pernyataan SARA, dan tidak boleh merasa didiskreditkan ketika pernyataan SARA-nya berhadapan dengan mekanisme tertentu. Karena keduanya adalah manifestasi perbedaan yang ‘dibiarkan’ Tuhan bagi manusia dan kehidupan di muka bumi.

Pernyataan yang dikemukakan oleh dua orang publik figur secara substansi pernyataannya tidak perlu dipermasalahkan. Ketidakperluan mempermasalahkan karena pertama, kapasitas dua orang tersebut merepresentasi ‘puncak gunung es’ pemikiran-pemikiran yang ada di kalangan masyarakat tertentu. Kedua, bahwa pernyataan seperti akan selalu dapat memperoleh legitimasi kesakralannya dalam teks kitab suci yang dipahami secara terbatas oleh pihak yang meyakini atau mengamini kebenaran substansi pernyataan kedua tokoh tersebut.

Ketiga, pernyataan tersebut didasarkan pada tingkat pemahaman yang bersangkutan tentang ajaran kebenaran yang diyakini. Ketika berbicara keyakinan maka hal itu berada diranah intrinsik yang berkelindan dengan aspek transendental. Keempat, pernyataan tersebut dilindungi oleh kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi. Kelima, membuka peluang ketimbal-balikan ketika pihak lain melakukan hal yang sama. Ketimbal-balikan ini bukan dimaksudkan untuk melakukan pembalasan, melainkan sebagai kewajaran dalam hukum aksi-reaksi. Hukum aksi-reaksi menjadikan lahirkan sebuah respon dari stimulus yang dihasilkan.


Tulisan selengkapnnya dapat dibaca di Kompasiana

11 comments:

  1. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete