Friday, March 22, 2013

Hukum yang Terjual (Telusuri Harta Pejabat Negara atau Aparat Penegak Hukum)

Jumat, 22 Maret 2013 menjadi awal kelam hakim Setyabudi Tejocahyono dalam kariernya sebagai hakim. Pasalnya, beliau tertangkap tangan menerima suap dari Asep sebesar Rp. 150 juta di ruang kerjanya. Penangkapan ini harusnya mampu menyadarkan bangsa Indonesia mengenai darurat korupsi. Masih segar ingatan publik atas melimpahnya harta Irjen Polisi Djoko Susilo yang asetnya tersebar dimana-mana dalam bentuk tanah dan rumah, menunjukkan kemuskilan rasa percaya bahwa harta tersebut diperoleh secara sah. Seperti juga Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang harta kekayaan berada diatas kemampuan penghasilan seorang pegawai atau anggota DPR. Harta pejabat atau penegak hukum berkorelasi dengan kualitas penegakan hukum. Semakin kaya penegak hukum, semakin bobrok penegakan hukumnya.

Kekayaan penegak hukum bukan berasal dari tingginya gaji yang diterima dari negara melainkan dari pendapatan karena menjual-belikan hukum. Apakah dengan demikian penegak hukum atau pejabat negara dilarang kaya atau menjadi orang kaya? Jawabannya tidak. Namun asal-usul harta kekayaannya harus dibuktikan tidak berasal dari sumber-sumber 'gelap' atau illegal. Pemilik harta harus bisa membuktikan bahwa kekayaannya berasal dari usaha yang sah dan bukan hasil menjual hukum terkait dengan kewenangan yang dimiliki. Pembuktian terbalik akan memudahkan lembaga anti korupsi (KPK atau PPATK) atau atasan penegak hukum untuk memeriksa asal-usul harta kekayaan tersebut. Termasuk didalamnya adalah ketika pejabat atau penegak hukum dalam laporan harta kekayaannya berbeda dengan yang dimiliki secara aktual maka patut diduga bahwa harta yang tidak dilaporkan merupakan hasil dari sebuah kejahatan (baca: korupsi).

Menjual hukum adalah modus operandi korupsi penegak hukum dalam menegakkan hukum bahkan ketika penegakan hukum tersebut dalam rangka pemberantasan korupsi. Pasal yang akan digunakan, pemerasan terhadap pihak-pihak yang sebenarnya tidak melanggark hukum, rkayasa kasus hukum, penangguhan penahanan, keistimewaan atau fasilitas khusus pada saat pemeriksaan oleh polisi atau kejaksaan, penyusunan dakwaan, berat-ringannya tuntutan, vonis hakim, isi putusan dengan tidak mencantumkan perintah penahanan, rekayasa penyitaan harta dan masih banyak lagi elaborasi jual-beli hukum. Jual-beli hukum membentuk transaksi antara penjual dan pembeli dalam hal substansi hukum dan nilai jual atau beli substansi hukumnya. Transaksi berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki penegak hukum dalam memonopoli kewenangan penyidikan, penuntutan dan vonis  hakim.

Pundi-pundi kekayaan mengalir sepanjang karier individu yang melakukan tour of duty. Semakin tinggi posisi jabatan yang diduduki, semakin mahal nilai jual beli dan cakupan wilayah jual belinya. Inilah yang mempercepat akumulasi kekayaan penegak hukum, selain perkalian dari nilai jual beli dengan jumlah kasus hukum yang 'berhasil' ditransaksikan, dan penerimaan setoran dari bawahan yang melakukan hal serupa atas 'restu' atasannya. Dalam hal ini korupsi menjadi berurat-akar dan menjuntai meraih berbagai kemungkinan untuk melakukan jual beli hukum. Berurat akar dan penjuntaian akar berkontribusi pada pertumbuhan (harta kekayaan) individu dan tidak menutup kemungkinan semakin melesatnya karier individu tesebut. Semakin kaya penegak hukum, semakin bobrok penegakan hukumnya.

Bukan berarti bahwa penegak hukum yang miskin menjamin kualitas penegakan hukum yang baik, karena kemiskinan akan juga lebih mendorong untuk melakukan korupsi. Perbedaannya adalah kemiskinan sebagai sumber korupsi, kekayaan adalah akibat dari korupsi. Saat ini tentunya tidak bisa mengatakan bahwa gaji aparat penegak hukum rendah, berbeda dengan mengatakan bahwa biaya operasional penanganan kasus di tingkat penyidikan dan penuntutan sangat minim. Gaji polisi, jaksa dan hakim serta PNS terus mengalami perbaikan oleh pemerintah RI. Kekayaan yang diperoleh dan menggunung dalam ketidakwajaran dinilai dalam rasionalitas hukum melalui pembuktian terbalik. Namun tidak boleh bersifat pasif, artinya bahwa bangsa ini yang sedang berada dalam darurat korupsi harus berburuk sangka terhadap kekayaan yang tidak wajar selama belum ada pembuktian terbalik (presumption of guilty).

Pembuktian terbalik mendesak untuk diberlakukan karena sedikit yang bisa terjangkau hukum. Ketidakterjangkauan ini berkaitan dengan hukum yang sudah bobrok dan mudah diperjualbelikan, selain sudah terbentuk jejaring jahat antar penegak hukum. Tahu sama tahu atau dalam pertunjukan magis jalanan jaman dulu, pemain sering mengucapkan mantra 'bagi yang sama ilmu atau satu guru dimohon jangan saling mengganggu'. Satu ilmu dan satu guru dalam hal korupsi adalah cara yang dilakukan untuk melakukan korupsi. Kode etik koruptor adalah tidak saling menganggu dan saling bersolidaritas dengan prestasi yang bisa di negoisasikan. Hukum yang terjual menjadi biang korupsi. Dan menjadi salah satu modus korupsi negeri ini selain menggarong uang rakyat yang ada di APBD/APBN. Untuk itu, KPK perlu fokus pada korupsi aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim dan pengacara). Pengawasan perlu ditingkatkan, sehingga ada pembalikan jenis kasus yang mendominasi penanganan oleh KPK dari pengadaan barang ke korupsi penegak hukum.

24 comments:

  1. jual beli jasa hanya disini https://www.jualbelijasa.com

    ReplyDelete
  2. pencerahan yang bagus nih gan, detil dan menarik...thank ya, kalo sempat pls review artikel ini cari uang lewat ekios.com

    ReplyDelete
  3. KPK harus di besarkan, sehingga bisa banyak menangani kasus korupsi,,berantas korupsi!
    salam Grosir Sandal SANCU

    ReplyDelete
  4. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete
  5. An intriguing discussion is definitely worth comment. I believe that you need to publish more on this issue, it might not be a taboo subject but usually people do not discuss these topics. To the next! Kind regards!! gluta lapunzel review

    ReplyDelete
  6. Having read this I thought it was extremely enlightening. I appreciate you finding the time and energy to put this content together. I once again find myself spending a significant amount of time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!
    harga melia propolis

    ReplyDelete
  7. An outstanding share! I've just forwarded this onto a friend who has been conducting a little research on this. And he actually ordered me dinner simply because I found it for him... lol. So let me reword this.... Thanks for the meal!! But yeah, thanx for spending some time to talk about this subject here on your blog. manfaat nes v asli dan palsu

    ReplyDelete