Monday, September 3, 2012

Tembakan di Hari Kemerdekaan

Bukan tembakan salvo dalam rangka peringatan kemerdekaan, namun tembakan ke pos pengamanan (pos pam) polisi Gemblegan, Surakarta. 2 (dua) polisi tertembak dan harus dirawat dirumah sakit. Peristiwa penembakan yang terjadi Jumat, 17 Agustus 2012 dini hari dapat dimaknai bahwa pertama, penembak berimajinasi mengenai suasana kemerdekaan 67 tahun silam. Suasana kemerdekaan melawan penjajahan Jepang masih melekat dan imajinasi pelaku terhadap suasana tersebut membawa dirinya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Makna dibalik imajinasi dari pelaku adalah polisi direpresentasikan sebagai penjajah masa kini. Penjajah disaat Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaan, namun masih dijajah oleh bangsa-nya sendiri. Kasus korupsi Korlantas Polri dapat menjadi bukti bahwa lembaga kepolisian adalah lembaga yang korup dan tidak mampu melindungi warga Indonesia. Penulis sendiri pada saat malam menjelang peringatan hari kemerdekaan melihat ada oknum polisi yang sedang merekayasa suatu kasus dengan orang tertentu. Dari awal merancang rekayasa, polisi memperoleh ‘ucapan terimakasih’ dari orang tersebut.

Tulisan selengkapnya dapat di baca di Kompasiana

11 comments:

  1. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete