Pertama, lotek Monginsidi. Sesuai sebutannya warung lotek ini berada di jalan Monginsidi. Lotek ini begitu melegenda dan masih eksis berkompetisi dengan warung-warung makan modern yang tumbuh disekitarnya. Lotek dengan sayuran, bakwan dan kerupuk begitu menggoda bagi mereka pencinta sayuran. Kedua, lotek Banjaran I (bu Misih). Lotek ini berlokasi di Banjaran, jalan Hasanudin depan SD Mangunsari. Jam buka lotek ini mulai pukul 11.00, dan itupun kalau pembaca datang pada jam itu kemungkinan sudah antre ada berada diurutan kesekian. Untuk itu lotek ini menyediakan order atau pesanan via sms.
Ketiga, lotek Banjaran II. Lotek ini berlokasi dibelakang lotek Banjaran I dengan memasuki gang terlebih dahulu. Lokasi yang nylempit tidak menghalangi ketenaran lotek ini. Bahkan ada pencinta lotek yang fanatik dan membandingkan lotek ini dengan tetangganya berani mengatakan lebih enak. Keempat, lotek depan kampus. Lotek ini berlokasi di depan kampus, tepat berada di depan toko percetakan. Meski usia lotek ini lebih muda dari dua lotek sebelumnya. Namun keberadaannya patut diperhitungkan, karena melayani kebutuhan makanan mahasiswa UKSW. Sehingga bagi mantan mahasiswa UKSW yang pernah mengunjungi lotek tersebut semasa kuliahnya.
Kelima, lotek mak Pon. Lotek ini tidak kalah nylempitnya dengan lotek Banjaran II. Terletak di jalan Progo di belakang supermarket Niki Baru. Letak yang demikian cukup dikenal di seantero kampung Kalioso. Lotek mak Pon tidak menggunakan kerupuk, namun tetap melengkapinya dengan pilihan aneka gorengan. Keenam, lotek Ladamba. Bagi pembaca yang bersekolah di SMP 1, SMP 2 atau SMA 3 mungkin akan mengenal lotek Ladamba. Lotek ini berlokasi di jalan Pungkursari atau jalan tembus dari jalan Pemotongan ke jalan Langensuko.
Tidak lengkap kiranya membicarakan lotek di Salatiga tanpa tokoh lotek Salatiga yang sudah mendahului kita. Beliau adalah mak Nin atau dikenal dengan lotek mak Nin. Saat ini tidak ada yang melanjutkan warung lotek mak Nin sepeninggal beliau. Pembaca yang pernah menjadi fans mak Nin tidak akan melupakan gaya beliau ketika ngulek untuk mempersiapkan pesanan lotek pelanggannya. Ciri lain dari mak Nin ini adalah selalu mengajak pelanggan yang datang dengan pembicaraan hangat seputar kehidupan atau kenalan-kenalan pelanggannya. Galibnya, mak Nin ini bisa 'nyambung' dengan lawan bicaranya dan mengetahui topik pembicaraan. Satu hal lagi dari ciri khas beliau adalah susurnya. Saat menjual loteknya atau mempersiapkan pesanannya dilakukan dengan nyusur. Bahkan pelanggannya pernah berseloroh bahwa lotek mak Nin ini enak dan ngangeni karena bercampur dengan 'materi' yang berasal dari susurannya.
Demikianlah informasi mengenai warung lotek yang cukup melegenda di Salatiga. Tentunya masih banyak warung lotek di Salatiga. Besar harapan penulis, tulisan ini bisa membangkitkan kembali memori tentang lotek yang pernah kita makan pada waktu lampau.