Tuesday, October 2, 2012

Perolehan Medali Persetujuan Tertulis Presiden (Buruk Rupa Parpol)

Seskab Dipo Alam melaporkan (baca: mempublikasikan) hasil perolehan medali ijin tertulis pemeriksaan pejabat negara yang dilakukan oleh Presiden. Rangking 3 besar adalah Golkar (64 orang), PDIP (32 orang) dan Partai Demokrat (20 orang). Dari rilis perolehan medali tersebut dapat dikemukakan pertama, masih kuatnya perilaku korup yang dilakukan oleh ‘wakil partai’ yang mengemban amanah rakyat untuk memegang kekuasaan. Kedua, ‘wakil partai’ tersebut menjadi sapi perahan bagi kepentingan dirinya sendiri untuk mengembalikan biaya politik yang sudah dikeluarkan dalam kompetisi politik, kepentingan kelompoknya yang bertujuan baik untuk memperkuat ikatan politik atau memberikan ‘asupan gizi’ politik agar tetap bugar dalam menjalani kompetisi politik, atau kepentingan partainya dalam rangka menggerakkan mesin politik.

Ketiga, parpol telah bertranformasi menjadi bagian dari mafia politik yang mengambil bagian dana publik dengan sebuah langkah sitematis. Langkah sistematis dengan memanfaatkan alat utama yang sedang dipegang yaitu kekuasaan untuk ‘memeras’ APBD/N agar mengucur ke pundi-pundi politik yang ditentukan. Keempat, kekuasaan mampu membangkitkan sifat laten (potensi) manusia yang semula terbungkus ketidakberdayaan atau ketakberkuasaan yaitu kerakusan. Sifat rakus meliar dalam sebuah taman kekuasaan yang nyaman dan teduh. Kelima, publik dalam hal ini tidak memiliki kemampuan mengontrol atau mengawasi penggunaan kekuasaan dari pihak yang dipilih dan mendudukkan dirinya sebagai public representative. Sistem politik yang dibangun tidak memampukan rakyat untuk memberikan early warning yang efektif untuk menghindarkan public representatives tersebut terjerat ketamakan dan menuainya diujung senjata penegakan hukum.

Tulisan selengkapnya dapat di baca di Kompasiana

8 comments:

  1. I can see that you are putting a lots of efforts into your blog. Keep posting the good work.Some really helpful information in there. Bookmarked. Nice to see your site. Thanks! Budidaya Kenari

    ReplyDelete